Ganjar Pranowo Ceritakan Kesuksesan Peningkatan Naik Kelas Pada Sektor UMKM



Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri perayaan Hari UMKM Nasional Tahun 2023 di Kota Surakarta, Jateng.

Ganjar Pranowo berbicara tentang strategi dalam membina UMKM Jateng hingga mencapai peningkatan kelas.

Melalui pelatihan “leveling” yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Koperasi (Balatkop) UKM Jateng, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berhasil membina 183.181 unit UMKM.

Dalam sepuluh tahun, UMKM binaan tersebut telah menghasilkan transaksi senilai Rp38,9 triliun dan omset Rp68,7 triliun, serta menyerap 1.337.156 tenaga kerja.

Pelatihan ini meliputi tiga level, dengan materi utama tentang Manajemen Pemasaran, Operasional dan SDM, serta Usaha dan Keuangan.

Setiap level diikuti oleh lima angkatan yang terdiri dari 25 peserta. Pelatihan ini berlangsung selama 4-5 hari di berbagai kota atau kabupaten di Jateng.

Ganjar Pranowo mengakui bahwa dukungan dari pemerintah kota/kabupaten, bank, lembaga keuangan non-bank, platform e-commerce, dan marketplace turut berperan dalam kesuksesan program ini.

Ganjar juga menjadikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai pembeli produk UMKM, dengan Rp2,4 triliun dibelanjakan pada 2022.

Ini dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM dan untuk memastikan produk berkualitas dari UMKM yang dibina.

Ganjar Pranowo, mengungkapkan kesuksesan lebih dari 183.000 unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jateng melalui program pelatihan “Leveling.”

Pada Hari UMKM Nasional Tahun 2023 di Pamedan Mangkunegaran, Kota Surakarta, Ganjar mengungkapkan strategi yang telah membantu UMKM tersebut naik kelas.

Ganjar menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jateng telah memberikan pelatihan leveling melalui Balai Latihan Koperasi (Balatkop) UKM Jateng kepada UMKM.

Dalam periode sepuluh tahun, UMKM yang diberdayakan Pemerintah Jateng telah memberikan dampak signifikan, menghasilkan transaksi senilai Rp38,9 triliun dan omset Rp68,7 triliun, serta menyerap 1.337.156 tenaga kerja.

“Pelatihan manajemen berjenjang yang kita lakukan sampai dengan pelatihan 3 level. Ada lima macam pelatihan dan levelnya tiga.

Jadi kalau lulus (level) satu, maka baru boleh naik ke (level) dua. Kalau satu tidak lulus, maka tidak boleh. Itu artinya tidak naik kelas,” kata Ganjar.

Pelatihan tersebut melibatkan materi penting dalam manajemen UMKM. Dalam tiga level pelatihan tersebut, materi meliputi Manajemen Pemasaran, Operasional dan SDM, serta Usaha dan Keuangan.

Dengan melibatkan para konsultan, Ganjar bertujuan untuk meningkatkan wawasan bisnis dan pemikiran para pelaku UMKM.

Kesuksesan ini juga berkat dukungan pemerintah kota/kabupaten di Jateng, serta kerja sama dengan bank, lembaga keuangan non-bank, platform e-commerce, dan marketplace dalam memperkuat ekosistem UMKM.

“Karena kita percaya UMKM yang kita bina, produk yang kita dampingi itu menghasilkan produk yang berkualitas. Kadang-kadang kita perlu menstimulus mereka karena kita pemerintah tidak hanya menjadi kurator, menjadi pendamping mereka, tapi juga off taker mereka,” jelas Ganjar.

Selain Ganjar, hadir pula Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki serta Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dalam Hari UMKM Nasional Tahun 2023.

Ganjar juga mengunjungi stan-stan UMKM, merasa puas dengan perkembangan UMKM yang telah “naik kelas” dan berencana untuk membantu memperluas pasar serta memberikan pelatihan digital bagi mereka.

0 Response to "Ganjar Pranowo Ceritakan Kesuksesan Peningkatan Naik Kelas Pada Sektor UMKM"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel