Berikut Proyek Besar Yang Dilangsungkan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah



5 proyek raksasa era Ganjar Pranowo di Jawa Tengah. Di mana Ganjar telah menyelesaikan masa baktinya di Jawa Tengah selama dua periode.

Ganjar Pranowo juga telah dideklarasikan menjadi Calon Presiden dari Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada Pemilihan Presiden di tahun depan.

Hal tersebut sudah disampaikan secara resmi oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan beberapa proyek yang telah diresmikan era kepemimpinan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah.

  1. Bendungan Radugunting

Bendungan yang mulai dibangun pada tahun 2013 dan diperkirakan merogoh dana mencapai Rp880 miliar.

Memiliki kapasita tampung air sebesar 14,43 juta meter kubik dan bisa mengairi 670 hektar sawah di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang. Infrastruktur tersebut juga memiliki luas genangan 187,19 hektar dengan total kapasitas tampung sebanyak 14,43 juta meter kubik.

Nantinya, Bendungan yang terletak di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora ini akan memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektar. Diharapkan juga bendungan ini akan dapat membantu untuk mereduksi banjir sebesar 75 persen atau 81 meter kubik per detik, dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektar menjadi 2.285 hektar.

  1. Tol Tanggul Laut

Proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall yang berbentuk proyek tol lebih dulu terealisasi di Jawa Tengah. Konsep Giant Sea Wall berbasis tol sempat disiapkan di DKI Jakarta, tapi belum terealisasi kini.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan tol Giant Sea Wall atau Tol Atlantis di Jalur Tol Semarang-Demak memang sudah sebagian selesai, tapi masih banyak bagian yang belum beres.

Giant sea wall ini menjadi 1 tanggul yang cukup panjang. Jalur kawasan ini pasang surut bahkan ada daratan yang sudah tenggelam permanen.

Tol yang memiliki panjang mencapai 26,40 kilometer ini dibangun dalam 2 seksi melalui skema Kerja Sama Badan Usaha dengan Pemerintah (KPBU).

Seksi 2 Sayung-Demak merupakan porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang dilaksanakan oleh PT PP-PT WIKA Konsorsium serta Konsultan Perencana Maratama-Studi Teknik (KSO) dengan Konsultan Supervisi PT Virama Karya. Nilai investasinya mencapai Rp 5,934 triliun. Sementara seksi 1 Ruas Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 kilometer merupakan porsi Pemerintah dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10 triliun yang bersumber dari APBN.

  1. Bendungan Pidekso

Ganjar Pranowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peresmian Bendungan Pidekso yang ada di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Bendungan ini menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mulai digarap pada tahun 2014 untuk pembebasan lahan dan pekerjaan konstruksi pada tahun 2017.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan ini adalah sebesar Rp 772 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

  1. Bandara Internasional Ahmad Yani

Terdapat 3 bandara baru yang dibangun pada era kepemimpinan Ganjar Pranowo ini. Memang tidak semua menggunakan APBD provinsi karena itu kewenangannya PT Angkasapura. Peran krusial Ganjar adalah melobi dan meyakinkan pemerintah pusat untuk membangun bandara-bandara di Jateng.

Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang menjadi salah satu bandara yang paling fenomenal. Sebelumnya, sudah ada empat gubernur sebelum Ganjar yang sudah berusaha membangun bandara yang sempat mendapat julukan terjelek se-nusantara. Tapi semuanya menyerah dengan berbagai alasan dan hambatan.

Tapi ketika Ganjar jadi gubernur, bandara itu kini dibangun megah. Ganjar melobi Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, termasuk militer juga karena bandara itu milik tentara. Ganjar menyelesaikan dan mendamaikan sengketa antar lembaga yang menjadi penghambat pengembangan bandara.

Jateng sendiri kini sudah memiliki 6 Bandari yakni, Bandara Adi Soemarmo di Kabupaten Boyolali, Bandara Dewandaru di Pulau Karimunjawa Jepara, Bandara Jenderal Besar Sudirman di Purbalingga, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Kota Semarang, Bandara Ngloram di Cepu Kabupaten Blora, dan Bandara Tunggul lokasi di Kabupaten Cilacap.

  1. Embung Subari

Ganjar juga melakukan peresmian terhadap infrastruktur senilai Rp3,5 miliar ini. Terletak di Desa Kalibareng, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal.

Nama Embung diambil dari nama petani setempat, dan Subari orang yang merelakan tanah seluas sekitar 1.800 meter persegi untuk dibangun embung.

Setelah diresmikan, Embung Subari ini akan dapat mengairi 35 hektar lahan pertanian di sekitarnya.

0 Response to "Berikut Proyek Besar Yang Dilangsungkan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel