Ganjar Berbicara Peluang Cawapresnya Dari Tokoh Yang Religius



Bakal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo menyatakan pada Piplres 2024 mendatang, partainya berpeluang tetap mempertahankan perpaduan nasionalis dan religius seperti pada pipres sebelumnya.

Karena itu, kata Ganjar, kemungkinan besar bakal calon wakil presdien (cawapres)-nya berasal dari kalangan agamis.

“Ya, sangat mungkin (cawapresnya dari tokoh religius), tetapi religiusitas dari tokoh-tokoh yang pernah disebut, ‘kan bagus,” ujar Ganjar saat dikonfirmasi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (30/9), sebagaimana dikutip dari Antara.

Dari sejumlah nama dari kalangan relegius yang muncul, Ganjar menyebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masih berpeluang terpilih menjadi bakal cawapres.

“Masih (Khofifah, berpeluang jadi cawapres), semua masih. Semua punya kesempatan yang sama, tinggal komunikasinya saja,” kata dia.

Mantan gubernur Jawa Tengah itu juga tidak menampik nama Menko Polhukam Mahfud MD yang belakangan muncul menjadi kandidat cawapresnya.

Meski demikian, dia belum memberi kepastian terkait sosok yang dipilih sebagai cawapresnya.

Ganjar menegaskan, sosok bakal cawapres akan ditentukan oleh para ketua umum partai pendukung pencapresannya, yaitu PDI Perjuangan, PPP, Hanura, dan Perindo.

Karena itu, dia meminta semua pihak bersabar. Sebab, pendaftaran bakal pasangan calon presiden/wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru dimulai 19 Oktober dan berakhir 25 Oktober 2023.

“Tidak apa-apa berkembang (nama Mahfud), ‘kan ada waktu, nanti sampai tanggal 25 (Oktober). Biarkan para pengambil keputusan yang sudah diberikan kewenangan berbincang terlebih dahulu. Nanti akan diumumkan,” ujarnya.

Sebelumnya, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai sosok Mr X dan Mrs X yang disebutkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto sebagai bakal cawapres pendamping Ganjar Pranowo adalah Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa.

Saidiman menilai kedua tokoh tersebut adalah kader Nahdlatul Ulama (NU) dan berasal dari Jawa Timur.

Menurut dia, jika melihat sejarah PDI Perjuangan dalam kontestasi pemilu presiden, partai tersebut selalu menggandeng tokoh NU menjadi cawapres. Kecuali pada Pilpres 2009, saat Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto.

“Mahfud pertimbangannya adalah representasi NU dan Jawa Timur. NU dan Jatim selama ini suaranya condong kepada Ganjar sehingga dengan memunculkan Mahfud, kemungkinan untuk menjaga basis massa,” ujar Saidiman di Jakarta.

0 Response to "Ganjar Berbicara Peluang Cawapresnya Dari Tokoh Yang Religius"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel