Ganjar Pranowo Meminta Firli dan Eddy Hiariej Mundur Dari Jabatannya



Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi penetapan tersangka pejabat publik, khususnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej.

Menurut Ganjar, Firli Bahuri dan Eddy Hiariej sepatutnya mundur dari jabatannya.

“Sebenarnya aturan sudah jelas kok, kalau menjadi tersangka ketentuannya pejabat publik itu mundur,” kata Ganjar saat ditemui di Senayan Park, Jakarta, Jumat (24/11).

Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah ini, keduanya pun pada akhirnya akan mundur. Sejauh ini, pihak yang terseret dugaan tindak pidana itu masih menunggu keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Ya kalau tadi saya mendengarkan atau membaca melihat televisi, menunggu keputusan presiden. Karena dengan keputusan presiden kemudian itu menjadi waktu untuk dia mundur. Dugaan saya presiden tidak akan lama lagi mengeluarkan itu,” ucap Ganjar Pranowo.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan bahwa pihaknya sudah menetapkan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga telah menetapkan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL dalam penanganan perkara korupsi di Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

0 Response to "Ganjar Pranowo Meminta Firli dan Eddy Hiariej Mundur Dari Jabatannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel