Ganjar Pranowo Sempat Memberikan Solusi Penyelesaian Tenaga Honorer Apabila Kebijakan Penghapusan Diberlakukan



Ganjar Pranowo selaku Calon Presiden (Capres) 2024 sempat memberi tanggapan soal adanya kebijakan penghapusan tenaga honorer di Indonesia.

Wacana mengenai adanya kebijakan penghapusan tenaga honorer sudah lama bergulir dari tahun 2022 lalu.

Sebab hal ini akan berdampak kepada jutaan ribu tenaga honorer, dikarenakan jumlahnya yang terus bertambah hampir setiap tahun.

Menanggapi hal tersebut, beberapa waktu lalu Ganjar Pranowo selaku politisi asal PDI Perjuangan itu sempat tidak setuju.

Dengan adanya keputusan mengenai kebijakan penghapusan, terkhusus di bidang Pendidikan alias guru honorer.

Karena menurutnya, masih banyak daerah-daerah yang kekurangan tenaga pendidikan. Khususnya di Jawa Tengah.

“Kalau itu dihapus dan tidak boleh, maka kami kekurangan pegawai. Guru saja kami kurang. Kalau itu (non ASN) dipangkas, kami ndak ada guru,” ujarnya dikutip dari jatengprov.go.id, Jumat (24/11/2023).

Lebih lanjut, ia juga menyinggung bahwa pemerintah pusat belum bisa mengakomodir penyediaan pegawai (SDM) sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah.

Sehingga tidak heran bila banyak instansi daerah yang melakukan perekrutan pegawai.

Dengan catatan sama sekali tidak membebani pemerintah daerah, lantaran menggunakan anggaran daerah untuk membiayai pegawai.

“Bisa saja solusinya boleh mengangkat honorer, tapi syaratnya daerah yang menagangkat honorer harus membiayai sendiri, tidak membebani pemerintah pusat,” sambungnya.

Terakhir ia mengusulkan, bila kebijakan penghapusan dilakukan. Maka pemerintah pusat bisa menyediakan jabatan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sehingga nanti terdapat tenaga kontrak yang diperlukan, untuk menghindari penghapusan massal.

“Yang penting kontraknya saja (tenaga honorer). Sebenarnya ada format Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bisa ditempuh. Tapi untuk kerja yang sifatnya terbatas, maka kontrak diperlukan,” kata Ganjar Pranowo saat dimintai tanggapan soal adanya kebijakan penghapusan tenaga honorer di Indonesia.

0 Response to "Ganjar Pranowo Sempat Memberikan Solusi Penyelesaian Tenaga Honorer Apabila Kebijakan Penghapusan Diberlakukan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel