Mahfud Menyebut Boleh Memilih Karena Adanya Ikatan Primordialisme



Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, masyarakat yang akan memilih pada Pemilu boleh memilih calon pemimpin karena adanya unsur primordialisme, yakni karena adanya kesamaan nilai, budaya, ikatan enik, ikatan sosial, bahkan karena ikatan agama.

Karena dengan memilih berdasarkan ikatan primordialisme itu menurut Mahfud, rakyat yang memilih dapat menitipkan aspirasi yang sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut.

“Karena untuk memperjuangkan nilai, menyampaikan aspirasi juga ada ikatan primordial. Karena kesamaan agama, suku, profesi itu boleh. Memilih itu untuk mencapai apa yang diiinginkan bersama,” kata Mahfud, saat mengisi kuliah umum di Universitas Andalas, Padang, Kamis (16/11/2023).

Tapi cawapres pendamping Ganjar Pranowo itu mengingatkan supaya tidak menjadikan agama dan unsur primordial sebagai sarana politik identitas. Apalagi politik identitas untuk menjatuhkan kandidat lain.

Mahfud juga menyerukan warga yang punya hak pilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024 nanti. Ia tidak ingin pemilih, terutama pemilih cerdas, apatis terhadap Pemilu. Bila tidak datang ke TPS, ia khawatir yang menang adalah pemimpin yang tidak punya track record baik.

Mahfud menambahkan memang dalam Pemilu sulit mencari calon pemimpin yang sempurna. Ia berani menjamin tidak ada calon pemimpin yang sempurna di segala bidang.

“Kalau tidak mau datang ke TPS karena alasan tidak ada calon yang sempurna, maka yang menang tentu calon yang tidak baik,” ucap Mahfud.

Mahfud menegaskan kehadirannya ke Unand hari ini bukan untuk tujuan politik praktis. Ia datang dalam kapasitas sebagai Menko Polhukam untuk membahas mewujudkan Pemilu yang bermartabat.

0 Response to "Mahfud Menyebut Boleh Memilih Karena Adanya Ikatan Primordialisme"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel