Bahas Hilirasi Nikel, Ganjar Pranowo: Kita Mau Toleran Sampai Kapan?



Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo kembali menyoroti soal hilirisasi nikel. Kali ini ia menyebutkan selain ada hitungan keuntungan yang didapat, ada juga dampak lingkungan yang timbul dari kegiatan hilirisasi tersebut.

“Sekarang lagi geser ke nikel. Lagi agak laku. Kalau mau kita hitung, yuk, kita hitung dengan baik, kira-kira kalau ini akan menghasilkan banyak, kita mitigasi kerusakannya tinggi, kita mau toleran sampai kapan?” ujar Ganjar dalam Acara Dialog Capres bersama Kadin di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat pada Kamis, 11 Januari 2024.

Kemudian ia juga menyebut Kerjasama Selatan-Selatan (KSS) sebagai salah satu contoh kolaborasi strategis. Contohnya, Ganjar menyoroti kerjasama dengan Argentina di sektor nikel.

“Beberapa material kita tidak punya tetapi Argentina punya. Maka ya sudah kita kerja sama Selatan-Selatan dengan Argentina,” tutur Ganjar.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu pun menggarisbawahi pentingnya hilirisasi selain nikel. Komoditas unggulan seperti batu bara dan CPO (minyak kelapa sawit), misalnya, tidak dapat digantikan oleh nikel.

“Ekonomi kita, kalau coal (batu bara) dihilangkan, agak mengerikan gambarannya ya. Tetapi ketika coal-nya ditambahin, baru naik,” ucap Ganjar.

Lebih jauh, Ganjar juga menyoroti Indonesia yang masih tergantung pada impor bahan baku. Padahal, menurut dia, impor dapat dibatasi tanpa mengganggu industri dalam negeri.

Mitra usaha pun, menurut Ganjar, juga berperan penting dalam perdangangan komoditas. “Oke kita impor dari Anda, tetapi kita kasih batasan waktu agar terjadi transfer of anything. Ya knowledge-nya, modalnya, apa pun,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Ganjar Pranowo kerap mengungkit soal hilirisasi yang seolah-olah hanya tentang nikel. Dia pun menawarkan hilirisasi di berbagai sektor lain, seperti pertanian dan perkebunan.

“Kalau bicara hilirisasi sekarang seolah-olah nikel. Saya kira pemahamannya belum tuntas,” kata Ganjar dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Selatan pada Rabu, 8 November 2023.

Ganjar juga mempertanyakan mengapa hilirisasi tersebut tidak dijalankan di bidang-bidang lain. contohnya kelautan, pertanian, perkebunan, hingga digital infrastruktur.

“Kenapa tidak hilirisasi sektor kelautan? Sektor keunggulan kita pertanian dan perkebunan, sawit misal mengapa tidak dihilirisasi? Kita sudah punya kebun, pabrik kelapa sawit, dijual selesai. Kok tidak ada bicara kosmetik dan farmasi dari situ? Yang dua ini tingginya minta ampun. Kenapa tidak ada? Potensi hilirisasi digital infrastruktur ada, fasilitas diberikan, pengguna ekonomi kreatif butuh creative hub yang lebih banyak,” ujar Ganjar.

0 Response to "Bahas Hilirasi Nikel, Ganjar Pranowo: Kita Mau Toleran Sampai Kapan?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel