Ganjar Mengungkapkan Beberapa Kasus Pelanggaran Pemilu Dibiarkan: Tidak Fair



Calon presiden (capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo, membeberkan sejumlah pelanggaran pemilu yang dibiarkan oleh aparat hukum. Ganjar mencontohkan, ada rekaman suara mengenai arahan mendukung paslon tertentu di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang diindikasikan sebagai percakapan Forkopimda.

Menurut Ganjar, meski beredar luas, tidak ada yang mendesak untuk mengungkap kebenaran atau fakta rekaman tersebut.

Selain itu, Ganjar menyebut ada laporan mengenai pengarahan guru di Kota Medan untuk mengusung paslon tertentu, namun tidak juga diproses.

“Kok tidak ada yang nge-push? Aneh kan? Nah, yang begini-begini ini fakta kan, bang. Potensi-potensi penyalahgunaannya sudah ada dan kemudian dibiarkan, oh tidak fair,” ujar Ganjar.

Ganjar menyampaikan, pihaknya juga mengalami intimidasi, salah satunya adalah pencopotan baliho pasangan nomor urut 3.

“Waktu itu terkait pencopotan APK (alat peraga kampanye) saya,” ungkap Ganjar.

Tak hanya itu, Ganjar juga menyinggung soal kasus Aiman Witjaksono yang diperiksa, meskipun sudah disampaikan dia mendapatkan informasi yang dilindungi karena profesi sebagai jurnalis.

Kemudian, mantan Gubernur Jawa Tengah itu meyoalkan kasus Palti yang ditangkap polisi karena mengunggah rekaman pembicaraan di Kabupaten Batu Bara. Padahal, menurutnya itu rekaman yang kesekian kali yang pernah diunggah.

“Nah, contoh-contoh seperti itu yang harus dihentikan. Kita harus protes agar pemilu ini makin demokratis dan berjalan baik,” ujar Ganjar.

Ganjar menyampaikan, meski ada pelanggaran pemilu dan tekanan yang diarahkan ke kubu paslon 3, namun partai politik pengusung, relawan, hingga Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud terus bekerja untuk menggalang dukungan sesuai aturan.

“Kita tidak mengeluh, kita bekerja terus. Maka saya bilang, kalau kita sudah sesuai aturan dan mereka kemudian mengganggu, tabrak. Masa kita ngeluh terus kayak orang enggak punya kekuatan yang tidak bisa mengorganisasikan dan mengedukasi masalah ini,” ucap Ganjar.

Capres yang diusung PDIP itu menegaskan, dirinya tidak takut dengan tekanan karena dibesarkan oleh partai yang sudah kenyang dengan tekanan penguasa.

“Saya PDI Perjuangan, bang. 27 Juli 1996 kantor kami diserbu. Kurang apa? Ditindas kurang apa? Bagaimana cara kita melawan inkonstitusional. Kita pernah kalah, kita pernah menang. Ini kepercayaan masyarakat, jadi tidak usah takut. Ada cara melawan yang baik,” pungkas Ganjar.

0 Response to "Ganjar Mengungkapkan Beberapa Kasus Pelanggaran Pemilu Dibiarkan: Tidak Fair"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel