Naik LRT Palembang, Atikoh Ungkap Transportasi Umum Solusi Mengatasi Kemacetan



Istri Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti menjajal light rail transit atau LRT yang ada di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (12/1/2024).

Hal itu dilakukan Atikoh sebagai bagian dari rangkaian safari politiknya yang dilakukan di Palembang sejak Kamis, 11 Januari 2024. Atikoh naik LRT dari Stasiun Demang dan turun di Stasiun Asrama Haji.

Pada kesempatan itu, Atikoh didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Sumsel Giri Ramanda Kiemas, Sekretaris DPC PDIP Palembang Ayu Nur Sari dan anggota DPRD Sumsel Rita Suryani. Menurut Atikoh, transportasi umum menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan di kota-kota besar.

“Tadi kita sudah mencoba LRT tentu ini adalah jawaban untuk mengatasi kemacetan agar bisa membawa masyarakat lebih banyak lagi. Karena kalau kita hanya bertumpu pada kendaraan yang ada di darat tentu itu traffic-nya akan luar biasa,” kata Atikoh.

Istri Ganjar Pranowo ini mengaku senang di Palembang ada transportasi umum LRT. Dia, lalu mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan moda transportasi umum yang telah tersedia itu.

“Karena Palembang ini kan juga salah satu kota metropolitan yang ada di Indonesia. Harapannya nanti mass transportation itu akan jadi keunggulan,” ucap Atikoh.

Ganjar-Mahfud Akan Majukan Transportasi Massal

Lebih lanjut, Atikoh menyampaikan, Ganjar-Mahfud juga akan memajukan transportasi massal seperti LRT apabila menjadi presiden terpilih 2024. Hal itu guna menunjang mobilitas masyarakat, khususnya di kota-kota besar.

“(LRT) Sangat cocok. Sebetulnya memang kalau kita bicara manajemen transportasi kalau untuk kota-kota besar, kota-kota metropolitan sudah saatnya bergeser dari kendaraan pribadi ke kendaraan public transportation. Kan public transportation yang bisa angkut orang banyak kereta dan relatif lebih terjangkau,” ucap dia.

Kemudian, di sepanjang perjalanan, dia juga tampak berbincang santai dengan beberapa penumpang LRT. Bahkan, beberapa penumpang juga menghampiri Atikoh untuk mengajak berswafoto.

Atikoh turun di Stasiun Asrama Haji dan langsung melanjutkan perjalanan ke Rumah Makan Sarinade di Jalan Letjen Harun Sohar, Palembang.

Atikoh Blusukan ke Pasar Palembang

Istri Calon Presiden (Capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti blusukan ke Pasar 26 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (12/1/2024).

Berdasarkan pantauan, Siti Atikoh tiba di Pasar 26 Ilir di Jalan KH Ahmad Dahlan, Bukit Kecil, Sumatera Selatan sekira pukul 08.04 WIB. Dia didampingi oleh Istri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Giri Kiemas, Ayu dan anggota DPRD Sumsel Rita Suryani.

Atikoh menuju warung Mie Celor 26 Ilir untuk sarapan terlebih dahulu. Di sana Atikoh juga disambut sejumlah relawan dan simpatisan pendukung Ganjar-Mahfud.

Selepas itu, Atikoh beserta rombongan kader PDIP lainnya berjalan menyusuri Pasar 26 Ilir. Para warga berkerumun melihat kedatangan Atikoh.

Atikoh mulai mendatangi satu persatu pedagang Pasar 26 Ilir dan berdialog dengan pedagang yang dia datangi, mulai dari pedagang sembako, pedagang cabai, bawang putih, bawang merah, sayur mayur hingga pedagang tahu dan tempe.

Atikoh menyampaikan ada sejumlah kenaikan harga bahan pokok. Terutama bahan pembuatan pempek yang dikenal sebagai makanan khas Palembang.

Terima Keluhan Soal Harga Kebutuhan Pokok Tak Stabil

“Di sini tadi sayur-sayuran ternyata naik juga. Terutama bahan untuk pembuatan pempek, seperti timun, itu kan hampir setiap hari mereka pakai, terus sagu, ikan,” kata Atikoh.

Lebih lanjut, Atikoh juga menerima aspirasi dan keluhan para pedagang. Menurutnya, banyak pedagang yang menyampaikan soal harga kebutuhan pokok yang tidak stabil.

“Tadi sembari saya itu memantau harga ada beberapa yang menyampaikan aspirasi seperti itu, tapi ada juga pedagang ya sama sih seperti di tempat lain, ingin adanya kestabilan harga, sehingga mereka akan lebih mudah menerapkan harga-harga jual mereka juga,” jelas Atikoh.

Atikoh menyebut terkait pangan, Ganjar-Mahfud bakal berfokus pada manajemen pangan yang baik. Terutama memastikan rantai pasokan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga harga-harga pangan di pasaran akan lebih stabil.

“Misalnya ketika panen raya, itu harapannya ada gudang. Sekarang sudah ada bulog-bulog tapi kan tidak menyerap seluruh kebutuhan, lebih difokuskan kepada beras, tapi itu juga efek dominonya kepada yang lain juga panjang,” kata dia.

0 Response to "Naik LRT Palembang, Atikoh Ungkap Transportasi Umum Solusi Mengatasi Kemacetan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel