Ganjar Pranowo Komitmen Perbaiki Manajemen Dana Pendidikan Usai Mendapatkan Curhat dari Jurnal Mahal



Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menggelar dialog bersama mahasiswa di Pontianak, Kalimantan Barat. Salah satu mahasiswa, Rayhan, mengeluhkan mahalnya akses jurnal ilmiah kepada Ganjar.

“Hari ini untuk anak-anak mahasiswa mendapatkan jurnal ilmiah untuk mereka pelajari itu sangat sulit sekali karena biayanya sangat mahal. Pun kalau mereka bisa mengakses jurnal tersebut mereka harus bayar dengan harga yang mahal dan hanya dapat diakses 48 jam saja. Itu menunjukkan bahwa hari ini universitas tidak memiliki pendanaan yang besar untuk mengakses jurnal tersebut. Padahal publik umum dan mahasiswa punya hak untuk bisa mengakses pengetahuan. Ini menunjukkan bahwa kita hari ini masih kesulitan mengakses pengetahuan,” kata Rayhan di Pontianak Convention Center, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (31/1/2024).

Ganjar lalu menjawab keluhan Rayhan. Dia berjanji memperbaiki manajemen anggaran pendidikan.

“Kedua perguruan tinggi mesti di-upgrade. Yang saya pikirkan sekarang 20 persen dari APBN, APBD itu untuk pendidikan. Kalau APBN kita hari ini Rp 3.000 triliun, kira-kira maka 20 persennya adalah Rp 600 triliun. Kalau Rp 600 triliun itu kita manage dengan baik untuk dunia pendidikan kita, perguruan tinggi kita rasanya tadi untuk mendownload atau mendapatkan informasi jurnal internasional tidak terlalu sulit,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan anggaran untuk dunia pendidikan tidak serta merta bisa ditambah karena APBN terbatas. Dia berjanji akan menambah APBN agar anggaran pendidikan juga meningkat.

“Bagaimana cara APBN meningkat. Satu, yang ilegal dibabat, semua yang ilegal dibabat. Maka semua akan masuk dalam pendataan negara, termasuk antara lain pajak. Kalau pajaknya tidak dikorupsi maka semua akan aman. Maka rasanya begitu penting Presiden memantau langsung pengelolaan pajak ini,” imbuhnya.

Ganjar menyebut pendidikan harus menjadi prioritas. Dia mengatakan pendidikan merupakan sektor penting untuk memanfaatkan bonus demografi.

“Dari situlah kemudian proses pendidikan yang Ray sampaikan tadi itu lah kenapa harus menjadi prioritas terbaik. Pertama karena kita sedang mendapatkan bonus demografi. Kalau bonus maka lihatlah pengalaman Korea Selatan, Jepang dan terakhir yang memanfaatkannya dengan baik adalah Tiongkok,” ujarnya.

0 Response to "Ganjar Pranowo Komitmen Perbaiki Manajemen Dana Pendidikan Usai Mendapatkan Curhat dari Jurnal Mahal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel