Ganjar Pranowo Menyebut Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja



Tim Pemenangan Nasional (TPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD telah menggelar kampanye akbar bertajuk ‘Harapan Jutaan Rakyat’ atau ‘Hajatan Rakyat’, pada Sabtu (3/2) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Dalam kampanye akbar tersebut, berkumpul ribuan orang pendukung dan warga yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), serta luar daerah.

TPN Ganjar-Mahfud memperkirakan sekitar 150.000 kader partai, sukarelawan, dan simpatisan hadir, meski tak seluruhnya dapat memasuki stadion. Hingga kampanye akbar tersebut usai, ribuan orang memadati area di sekitar GBK. Kampanye akbar Ganjar-Mahfud dihadiri sejumlah petinggi partai politik dari koalisi pendukung, dan para tokoh politik.

Beberapa tokoh yang hadir, antara lain Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Plt. Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Kemudian, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP Sandiaga Salahuddin Uno, hingga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Kampanye Akbar Diawali Salawat Badar dan Konser Musik ‘Menang Total’

Menjelang sore Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo datang dengan mengendarai motor. Ia mengenakan jaket kulit dan helm khas pengendara motor, dan tampak dikawal oleh sejumlah relawan yang ikut serta dalam konvoi. Kedatangannya disambut sorak sorai serta teriakan antusias dari para pendukungnya.

Usai menyapa singkat para pendukungnya, Ganjar kemudian segera menuju ruang VVIP untuk bergabung bersama Cawapres Mahfud MD, termasuk para petinggi partai politik dari koalisi pendukung dan tokoh politik lainnya.

Kampanye akbar bertajuk ‘Hajatan Rakyat’ ini diawali dengan Salawat Badar sekitar pukul 16.00 WIB, yang sebelumnya didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah itu, lantunan doa disampaikan, dan pendakwah mengajak para simpatisan Ganjar-Mahfud melantunkan salawat badar.

Lalu, Megawati memukul kentongan sebagai simbol kewaspadaan nasional terhadap politik uang dan intimidasi di masa Pemilu 2024.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PDIP tersebut mengajak rakyat Indonesia untuk mewujudkan Pemilu yang demokratis, jujur, adil, dan bermartabat. Ia juga menyerukan pentingnya kewaspadaan melawan berbagai bentuk politik uang dan intimidasi.

Setelah itu, para pendukung dan simpatisan disuguhi konser bertajuk ‘Menang Total’ atau ‘Metal’. Dalam konser ini, sejumlah musisi Tanah Air tampil memeriahkan kampanye akabr.

Beberapa musisi tersebut, antara lain Slank, Kotak, Tipe-X, Pas Band, The Virgin, Deadsquad hingga Younglex. Dalam konser tersebut, Ganjar terlihat ikut tampil bernyanyi bersama Slank.

Orasi Ganjar di Kampanye Akbar ‘Hajatan Rakyat’

Setelah dimeriahkan dengan konser musik, kampanye akbar memasuki acara inti, yakni orasi dari Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Dalam kapanye hari ke-68 tersebut, ada sejumlah poin penting yang ia sampaikan kepada para pendukung dan simpatisannya.

  1. Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Ganjar mengungkapkan, bahwa ia dan Mahfud Md telah mengunjungi sebanyak 315 titik lokasi selama masa kampanye Pilpres 2024.

Ia mengatakan bahwa kegiatannya menyerap aspirasi masyarakat dilakukan melalui beragam cara, seperti tidur di rumah warga hingga masuk ke pasar-pasar.

“Pak Mahfud bersama saya berkeliling seluruh Indonesia. Untuk apa? Untuk lebih mendengarkan aspirasi masyarakat,” kata Ganjar, dilansir dari Antara.

Dari kunjungan yang telah ia lakukan bersama dengan Mahfud MD di 315 titik di seluruh Indonesia, Ganjar menyebutkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

Kesimpulan ini ia dapatkan, setelah ia menampung aspirasi dari seluruh golongan. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga yang mengeluhkan kenaikan bahan pokok, terutama beras.

Kemudian, keluhan para anak muda yang kesulitan mencari pekerjaan, bahkan harus menyogok untuk bisa mendapatkan kerja.

Ganjar juga menyampaikan aspirasi dari kaum perempuan dan disabilitas, yang memintanya memperjuangkan akses yang sama dan setara dengan masyarakat pada umumnya.

Lalu, ada pula aspirasi dari para petani yang meminta kemudahan akses pupuk subsidi dengan mudah, atau dapat membeli pupuk dengan harga murah.

“Maka bapak, ibu, kondisi inilah yang kami melihat kita sedang tidak baik-baik saja, karena adanya kecemasan di masyarakat. Mereka berharap Pemilu kali ini mampu mengubah nasib mereka menjadi jauh lebih baik dan inilah yang kita harapkan,” kata Ganjar di hadapan puluhan ribu relawan.

  1. Mendorong Etika Politik Pejabat dalam Kampanye Pemilu

Dalam kampanye akbar, Ganjar juga menekankan pentingnya etika politik dalam Pemilu 2024.

Ia mengatakan, mundurnya Mahfud MD dari posisi menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan di Kabinet Indonesia Maju merupakan wujud etika.

Selain itu, ia menyinggung juga mundurnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mundur dari jabatan komisaris utama PT Pertamina, juga sebagai wujud etika.

“Agar bisa netral dan tidak terpengaruh oleh segala sesuatu yang berkaitan potensi melanggar ketentuan, maka pada saat itu mundur, itu sebuah etika,” ujarnya.

Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut, etika selalu dijunjung oleh para kader PDIP, untuk mencegah timbulnya conflict of interest saat mengikuti acara kampanye Pemilu.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa beberapa menteri yang berasal dari PDIP juga mengedepankan etika, dengan hadir di acara-acara kampanye hanya saat libur.

  1. Ajakan untuk Berani Menentukan Pilihan

Dalam orasinya, Ganjar menyatakan tidak ingin rakyat diperlakukan seperti ayam sebab rakyat dapat menentukan pilihan sendiri pada Pilpres 2024.

“Rakyat bukan ayam. Rakyat bisa menentukan sendiri hasilnya maka keberanian ini perlu kita dorong terus-menerus. Keberanian itu perlu kita angkat dan itulah peran bapak, ibu semuanya,” kata Ganjar.

Ia mengatakan, saat ini muncul peringatan keras terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang ditandai munculnya beragam pernyataan dari berbagai elemen masyarakat demokrasi.

Ganjar mengatakan bahwa hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024 merupakan hari penentuan untuk masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, ia meminta pihak terkait, seperti aparatur TNI, Polri, dan ASN, untuk bekerja dengan baik dan tetap netral.

Ia menutup orasinya dengan berjanji, bahwa dirinya bersama Mahfud MD akan selalu bersama rakyat jika terpilih pada Pilpres 2024.

Ganjar juga mengatakan, bahwa dirinya akan mengerahkan seluruh kekuatan dan daya yang dimiliki untuk mengubah nasib rakyat menjadi lebih baik.

“Di tempat ini, di GBK, Insya Allah Ganjar dan Mahfud akan bersama rakyat. Kita akan kerahkan seluruh kekuatan, daya yang kami miliki agar kemudian nasib rakyat jauh lebih baik. Kami juga akan melihat rakyat. Kami akan selalu bersama rakyat,” ujarnya.

Ganjar lalu mencium tiga jari tangan kanannya rapat-rapat dan mengangkat tangannya ke udara, yang merupakan simbol three finger salute. Hal ini kemudian diikuti oleh massa pendukungnya.

0 Response to "Ganjar Pranowo Menyebut Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel