Ganjar Pranowo Menyoroti Pentingnya Kesehatan, Pendidikan dan Inklusi Untuk Kelompok Terpinggirkan



Masalah tentang perempuan termasuk kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi, dan inklusi jadi satu topik yang hangat dibicarakan dalam Debat Capres terakhir yang diselenggarakan KPU untuk Pemilu 2024 pada 14 Februari nanti.

Dalam salah satu momen debat, calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyoroti pemenuhan hak kelompok terpinggirkan, termasuk kelompok perempuan dan penyandang disabilitas.

Dalam penyampaian visi, misi, dan program kerja, Ganjar Pranowo mengatakan pentingnya akses kesehatan yang merata, termasuk bagi ibu dan anak

“Akses kesehatan yang diperlukan di setiap desa. Kenapa Ganjar-Mahfud membuat program satu desa, satu faskes, satu nakes karena kami ingin rakyat mendapatkan yang terbaik,” kata Ganjar dalam debat Pilpres kelima di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

“Kemudian untuk ibu-ibu, anak, lansia, masyarakat adat, akan mendapatkan peran yang sama di dalam layanan-layanan kesehatan. Di mana di daerah-daerah terisolir mereka membutuhkan akses ini dengan sangat bagus,” lanjutnya.

Setelah kesehatan, hal kedua yang disorot Ganjar Pranowo adalah pendidikan.

Menurutnya, penting untuk membangun kurikulum, akses dan meningkatkan inklusi ke depan, dan ini akan ia lakukan jika terpilih oleh rakyat menjadi presiden nantinya.

“Kalau itu semua sudah sangat baik, maka pendidikan dan kebudayaan meski kita bangun bersama-sama. Akses pendidikan yang baik, lebih inklusi, kemudian kurikulum yang mantap, dan tentu saja fasilitas yang diberikan harus bisa memberikan akses terbaik untuk anak-anak didik kita. Termasuk nasib guru dan dosen,” katanya.

Dalam penyampaiannya itu, Ganjar Pranowo juga mengutip masukan yang disampaikan Kalis Mardiasih, aktivis perempuan, yang beberapa waktu lalu berdialog dengan dirinya mengenai pendidikan bagi kelompok terpinggirkan.

Diketahui Ganjar Pranowo pernah bertemu dan mendengarkan keluhan aktivis perempuan Kalis Mardiasih pada program Gelar Tikar Ganjar tema Pendidikan di Yogyakarta, 28 Januari 2024.

“Perempuan muda dari Yogja, Mbak Kalis namanya, menyampaikan, ‘Pak Ganjar, perhatikan mereka yang selama ini terpinggirkan. Ada dua yang utama, kelompok perempuan dan kedua adalah penyandang disabilitas’,” kata Ganjar.

“Tolong betul agar sekolah makin inklusi dan mereka tidak mendapatkan perlakuan yang diskriminatif,” kata Ganjar saat memberikan paparan pembukanya dalam debat terakhir capres yang digelar KPU.

Menanggapi pernyataan Ganjar dan mengetahui namanya disebut, Kalis Mardiasih melalui Instagram Pribadinya memberikan apresiasi pada Capres no 3 itu.

“Sekali lagi apresiasi tulus buat pemimpin yang menggunakan istilah tepat, seperti: perempuan, kelompok disabilitas, penduduk miskin, kelompok rentan. Istilah-istilah tersebut sesuai dengan Undang-Undang dan berperspektif kesetaraan dan pemenuhan hak,” tulisnya di akun @kalis.mardiasih.

Lebih lanjut, mewakili isu perempuan dan anak, Kalis bertanya tiga hal kepada Ganjar Pranowo.

Pertama tentang manajemen kebersihan menstruasi di sekolah.

Kedua, mengenai anak-anak perempuan yang dikeluarkan dari sekolah karena kehamilan tak diinginkan (KTD).

Ketiga, mengenai kekerasan seksual yang seiring sahnya UU TPKS terus terungkap di lembaga pendidikan.

0 Response to "Ganjar Pranowo Menyoroti Pentingnya Kesehatan, Pendidikan dan Inklusi Untuk Kelompok Terpinggirkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel