Ganjar Pranowo Serius Dalam Meningkatkan Good Governance



Calon Presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo, memberikan tanggapan terhadap hasil survei Transparency International Indonesia yang menunjukkan bahwa Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2023 stagnan dengan skor 34.

Ganjar menekankan perlunya pembentukan pemerintahan yang baik ke depan.

“Kita perlu serius mengawal ini, jika kita serius, good governance harus ditingkatkan, teladan harus diberikan, dan harus tegas tanpa memilih-milih,” ujar Ganjar di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Rabu (31/1).

Ganjar juga menyoroti situasi di mana ada orang yang terlibat dalam politik dan terkait dengan kasus hukum. Menurutnya, saat ini politik menjadi kekuatan tertinggi, bukan hukum.

“Hari ini kita melihat orang yang terjerat dalam politik. Ini bermula dari kasus-kasus yang banyak sekali. Apakah publik menyadarinya? Tentu, publik tahu,” ungkapnya.

“Maka jika kita membiarkan keadaan seperti ini, karena politik menjadi prioritas, hukum menjadi terpinggirkan, dan kekuasaan tertinggi bukan lagi pada hukum, melainkan politik, maka situasi ini akan terus terjadi dan peringkat kita akan terus merosot,” tegas Ganjar.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Transparency International, skor IPK 34 menempatkan Indonesia setara dengan lima negara lainnya: Ekuador, Malawi, Filipina, Sri Lanka, dan Turki.

IPK dihitung dalam skala 0-100, di mana 0 menunjukkan tingkat korupsi tertinggi, sedangkan 100 mencerminkan tingkat kebersihan paling tinggi.

Meskipun skor Indonesia stagnan di 34 pada tahun 2023, namun peringkatnya turun menjadi 115, mengalami penurunan sebanyak 5 peringkat dibanding tahun sebelumnya.

0 Response to "Ganjar Pranowo Serius Dalam Meningkatkan Good Governance"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel