Sebagai Anak Polisi, Ganjar Pranowo Kecewa Terkait Rektor yang Diminta Buat Testimoni Mendukung Presiden



Calon Presiden nomor urut 03 Ganjar Pranowo menanggapi aksi Polisi yang meminta Rektor untuk membuat video pernyataan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ganjar Pranowo menyayangkan sikap Kepolisian yang terbukti tidak netral pada Pilpres 2024.

Sebagai anak Polisi, Ganjar Pranowo mengaku kecewa dengan sikap Kepolisian yang meminta rektor untuk membuat video tandingan atas kritik sejumlah profesor terhadap Presiden Jokowi.

“Dan siapapun yang memerintahkan akan menghancurkan institusi ini. Sebagai anak Polisi saya tidak terima kalau soal itu,” katanya seperti dimuat Facebook Kompas.com pada Rabu (7/4/2024).

Ganjar Pranowo juga mengapresiasi Rektor Unika Soegijapranata Ferdinandus Hindarto yang menolak permintaan Polisi untuk membuat video testimoni mendukung Presiden Jokowi.

Politisi PDIP itu kagum dengan sikap Rektor Unika yang konsisten untuk netral di Pilpres 2024.

Ganjar Pranowo berharap tidak ada lagi keterlibatan Polisi dalam menggiring opini publik di Pilpres 2024.

“Menurut saya itulah sikap independen kampus, kita pernah takut ketika harus menyuarakan kebenaran dan jangan paksakan itu menggunakan instrumen negara,” katanya menambahkan.

Capres 03 itu juga menyebut bahwa pemerintah sudah telat apabila ingin para akademisi membuat video testimoni yang baik terhadap pemerintah.

Hal itu juga kata Ganjar sama saja dengan membelokan kejujuran.

“Telat dari sisi pikiran, telat dari sisi waktu. Dan membelokkan sebuah kejujuran dan fakta itu akan menyakitkan buat menunjukkan sebuah kebenaran,” katanya.

Diketahui Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Kota Semarang, Ferdinandus Hindarto, mengaku diminta seseorang yang mengaku polisi untuk membuat testimoni video mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi .

Hindarto dihubungi sejak Jumat (2/2/2024) hingga Selasa (6/2/2024) siang masih ditelepon oknum mengaku dari polisi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pihaknya meminta video dari para tokoh-tokoh di Semarang, salah satunya Rektor Unika untuk menyerukan pemilu damai.

Hal itu disebutkan sebagai program cooling system untuk mewujudkan situasi kondusif menjelang pemilu serentak pada 14 Februari mendatang.

“Cooling system ini kegiatannya antara lain mengajak tokoh masyarakat, pemuka agama, termasuk civitas akademika untuk memberikan dukungan kepada terlaksananya pemilu damai yang akan kita hadapi bersama tahun ini,” kata Irwan, Selasa.

Irwan menegaskan, permintaan video tersebut tidak ada permintaan soal apresiasi kinerja Presiden Jokowi, terlebih soal ajakan untuk mendukung paslon capres-cawapres tertentu.

Sebelumnya diberitakan, sivitas akademika UGM yang terdiri dari guru besar, dosen, mahasiswa, serta alumni menyampaikan petisi Bulaksumur.

Petisi tersebut dibacakan oleh Prof Koentjoro sebagai perwakilan sivitas akademika UGM di Balairung UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu, 31 Januari 2024.

Mereka merasa prihatin dengan tindakan sejumlah penyelenggara negara di berbagai lini yang dinilai menyimpang dari prinsip-prinsip moral, demokrasi, kerakyatan, serta keadilan sosial.

“Kami menyesali tindakan-tindakan menyimpang yang baru saja terjadi di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang juga merupakan bagian dari keluarga besar Universitas Gadjah Mada,” ujar Prof Koentjoro membacakan petisi.

“Pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi, keterlibatan sejumlah aparat penegak hukum dalam proses demokrasi perwakilan yang sedang berjalan, dan pernyataan kontradiktif Presiden Jokowi tentang keterlibatan pejabat publik dalam kampanye politik antara netralitas dan keberpihakan merupakan wujud penyimpangan dan ketidakpedulian akan prinsip demokrasi,” kata guru besar psikologi UGM itu melanjutkan.

Langkah UGM ini kemudian diikuti oleh sivitas akademik dari berbagai perguruan tinggi lain, mulai dari Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), UIN Syarif Hidayatullah Tangerang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Jember, dan lainnya.

0 Response to "Sebagai Anak Polisi, Ganjar Pranowo Kecewa Terkait Rektor yang Diminta Buat Testimoni Mendukung Presiden"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel