Siti Atikoh Mengajak Warga Mencoblos Pada 14 Februari 2024: Jangan Golput



Siti Atikoh Suprianti, istri Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengingatkan bahwa pelaksanaan pencoblosan pilpres 2024 sudah hitungan jari. Di mana, pencoblosan akan dilakukan pada 14 Februari mendatang.

Atikoh pun mengajak masyarakat yang telah memiliki hak suara untuk bisa datang ke TPS pada hari pencoblosan dan tidak golput.

Hal itu disampaikam Atikoh saat bersilaturahmi kePondok Pesantren (Ponpes) Syifaul Qulub Lil Mutaallimin di Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (6/2/2024).

Di mana, acara itu turut diikuti oleh para ibu serta ratusam ln santri.

“Saya titip kepada bapak, ibu, dan adik semua agar menggunakan hak pilih. Beritahu teman dan saudara untuk datang ke TPS, sehingga tidak ada golput,” kata Atikoh.

Atikoh mengajak para peserta acara pemilik hak suara bisa memilih pemimpin ke depan dengan melihat rekam jejak dan program yang ditawarkan kandidat.

“Terutama masyarakat di Banten. Apakah program itu riil bisa berjalan atau hanya janji politik. Itu bisa terlihat,” ungkapnya.

Sementara itu, Atikoh melanjutkan kegiatan di Banten, pada Selasa (6/2/2024) dengan mendatangi Pondok Pesantren (Ponpes) Syifaul Qulub Lil Mutaallimin di Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Atikoh datang ke lokasi sekitar pukul 21.00 WIB dengan mengenakan kerudung cokelat dan gamis berwarna hitam.

Ratusan santriwan dan santriwati di depan pintu gerbang ponpes tampak sudah menyambut kehadiran ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu.

Sebagian dari santriwan membawa rebana, lalu mereka memukul alat musik itu, sembari lainnya melantunkan selawat ketika menyambut Atikoh.

Sementara itu, santriwati yang sudah menunggu kehadiran Atikoh dengan berjejer dari pintu gerbang, saling berebut mencium tangan mantan wartawan tersebut.

Santriwati dengan antusias menyalami Atikoh. Beberapa dari mereka tersenyum setelah bisa mencium tangan cucu pendiri Ponpes Riyadus Sholikin Kalijaran KH Hisyam A Karim itu.

Atikoh tampak berusaha mendatangi semua santriwati yang berebut menyalami, sembari wanita kelahiran Jawa Tengah itu memasuki area dalam ponpes menuju tempat dialog.

Sebelum memasuki area acara, Atikoh disambut oleh Hajjah Siti Muniroh, yang masih merupakan bibi darinya. Mereka berpelukan dan berpegangan tangan, melepas kerinduan.

Usai duduk, di hadapan ratusan orang yang hadir, Atikoh membuka dialog dengan mengaku kedatangannya ke Ponpes Syifaul Qulub Lil Mutaallimin untuk bersilaturahmi dengan semua kalangan lembaga pendidikan keagamaan itu.

“Saya utamanya ke sini untuk silaturahmi, saya mengucapkan terima kasih sudah menerima saya dengan luar biasa,” ujar Atikoh.

Melalui silaturahmi, kata dia, seseorang bisa menerima banyak manfaat seperti bertambahnya rezeki dan ilmu.

“Kalau kita rajin silaturahmi, rezeki bertambah, insyaallah bisa mendapatkan ilmu. Saya di sini bisa belajar dari bapak ibu, bapak ibu juga bisa dapat pengetahuan,” katanya.

Atikoh kemudian menyampaikan salam dari suami, Ganjar Pranowo dan sang putra Alam Ganjar kepada para peserta dialog yang dihadiri santri dan pengajar ponpes.

“Tentu saya mewakili Mas Ganjar, salam dari Mas Ganjar dan Alam,” kata dia.

Sontak, para santriwati berteriak histeris ketika Atikoh mengungkap Alam menitipkan salam kepada semua warga Ponpes Syifaul Qulub Lil Mutaallimin.

“Sebetulnya kalau Mas Alam tidak di Yogyakarta, saya ajak. Mas Ganjar juga sekarang berada di Kalimantan Timur,” kata Atikoh merespons histeria para santriwati.

Siti Atikoh juga menyatakan tidak akan melupakan rakyat yang ia datangi, dan akan kembali jika akhirnya menjadi ibu negara jika Ganjar-Mahfud menjadi pemenang Pemilu 2024.

Dalam dialog itu, Atikoh ditanya mengenai komitmen dirinya jika terpilih jadi ibu negara, dan apakah ia akan bersedia kembali ke tempat itu jika sudah terpilih.

Menjawab hal itu, Atikoh menjelaskan kenapa ia hadir ke ponpes itu pada malam ini, yakni untuk berdialog. Sebab di dalam dialog, dirinya akan banyak mencatat berbagai aspirasi rakyat selama blusukan menemui rakyat sembari menyosialisasikan program Ganjar-Mahfud.

“Insyaallah saya sebagai pendamping (istri Ganjar, red) memberikan support, memberikan kontribusi, salah satunya adalah saya menyerap aspirasi masyarakat,” ungkap Atikoh.

Mantan wartawati ini bahkan mengatakan aspirasi yang diterima selama blusukan menemui rakyat berkategori permasalahan riil rakyat.

“Kalau saya turun ke lapangan, saya juga tahu permasalahan riil masyarakat,” kata dia.

Atikoh melanjutkan catatan yang diperolehnya selama blusukan sembari menyosialisasikan Ganjar-Mahfud akan ditindaklanjuti saat paslon nomor urut tiga itu terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Apabila Mas Ganjar mendapatkan amanah, saya bisa menjadi kepanjangan tangan, bisa menjadi corong masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada presiden, wapres, dan menterinya,” jelasnya.

“Saya tidak memiliki kekuasaan untuk kebijakan, tetapi saya memiliki akses untuk menyampaikan aspirasi untuk menyampaikan permasalahan yang ada di masyarakat, dengan cara seperti itu, itulah cara saya membantu masyarakat di Indonesia,” sambung Atikoh.

Di dalam dialog itu, Atikoh turut mengungkapkan janji bakal kembali mendatangi Banten apabila wanita kelahiran Jawa Tengah itu menjadi Ibu Negara saat Ganjar menjadi Presiden RI.

Atikoh bahkan mengaku akan datang ke Banten bersama sang suami dan sang anak Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

“Insyaallah nanti sama mas Ganjar dan sama Alam. Silaturahmi, kan, harus terjalin terus. Ini (bersilaturahmi ke Ponpes Syifaul Qulub Lil Mutaallimin, red) permulaan saya memperkenalkan diri dengan semua,” pungkasnya.

Jawaban itu sontak mendapat applause dan tepuk tangan riuh dari seluruh peserta dialog.

0 Response to "Siti Atikoh Mengajak Warga Mencoblos Pada 14 Februari 2024: Jangan Golput"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel